Jember, Kamis 14 Agustus 2025 – Peternakan kambing penghasil susu Etawa “Rojo Koyo” yang berada di Desa Jombang, Kabupaten Jember, menjadi salah satu potensi unggulan desa yang menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) 119. Dalam kunjungan yang dilakukan, para mahasiswa turut serta mengenal lebih dekat proses pemeliharaan kambing hingga produksi susu yang bernilai ekonomi tinggi.
Di peternakan ini terdapat sekitar 150 ekor kambing, mulai dari kambing biasa, kambing Etawa, hingga kambing kontes dengan harga fantastis mencapai Rp15 juta per ekor. Menariknya, kambing kontes dipisahkan kandangnya dari kambing Etawa biasa karena jenis pakan yang berbeda. Kambing kontes diberi edamame, sedangkan kambing Etawa konsumsi susu diberi pakan berupa kangkung kering, konsentrat, dan hummer meal pakan bernutrisi dengan harga Rp5 ribu per kilogram yang dipercaya mampu meningkatkan hasil susu.
Pengurus peternakan menyampaikan bahwa kualitas pakan sangat memengaruhi kualitas susu. “Kalau pakane apik, susune apik. Kalau pakane sembarang, susune metue bau,” jelas salah satu pengelola Rojo Koyo.
Setiap harinya, kambing Etawa diperah secara manual menggunakan tangan sebanyak dua kali, pada pagi dan siang hari. Hasil perahan bervariasi, mulai dari 25 hingga 30 liter per hari. Per ekor kambing bisa menghasilkan antara setengah liter hingga satu setengah liter susu. Susu tersebut kemudian disaring dengan peralatan khusus sebelum siap dikonsumsi.
Tak hanya menghasilkan susu segar dengan harga Rp32 ribu per liter, peternakan ini juga mengolah perasan pertama susu (kolostrum) menjadi bahan baku kosmetik. Harga kolostrum jauh lebih tinggi, mencapai Rp100 ribu per liter, karena nilai manfaatnya yang lebih eksklusif.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa KKN-K 119 juga memberikan kontribusi dengan membantu menandai lokasi Peternakan Rojo Koyo di Google Maps. Langkah sederhana ini diharapkan memudahkan konsumen maupun calon pembeli kambing Etawa untuk menemukan lokasi peternakan.
“Kami berharap, melalui digitalisasi sederhana ini, potensi besar Desa Jombang berupa susu kambing Etawa bisa lebih dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun regional,” ungkap koordinator desa KKN-K 119.
Potensi Susu Kambing Etawa Rojo Koyo menjadi bukti bahwa Desa Jombang memiliki kekayaan sumber daya yang patut didukung dan dipromosikan. Dengan keterlibatan mahasiswa KKN-K 119, diharapkan pengelolaan potensi desa ini dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi warga, sekaligus menjaga kearifan lokal dalam beternak kambing Etawa.